Sebuah studi psikologi menarik dari Rutgers University
berjudul "An Environmental Approach to Positive Emotion: Flowers"
berhasil mengupas alasan di balik fenomena ini. Bunga ternyata bukan sekadar
pemanis ruangan biasa, melainkan semacam tombol instan alami yang mampu memicu
emosi positif di dalam otak kita.
Tiga Eksperimen Unik: Cara Bunga Mengubah Suasana Hati
Untuk membuktikan hal tersebut, para peneliti melakukan tiga
eksperimen sosial unik yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Hasilnya
ternyata seru dan cukup mengejutkan:
- Respons
Senyum Tulus dari Para Wanita
Saat peneliti mengirimkan hadiah berupa bunga kepada
sekelompok wanita, 100% dari mereka langsung memberikan Duchenne smile—yaitu
senyuman paling tulus yang sampai menggerakkan otot-otot di sekitar mata. Tiga
hari setelahnya, mereka yang menerima bunga terbukti punya suasana hati yang
jauh lebih baik dan merasa lebih dekat dengan orang-orang di sekitarnya
dibanding kelompok yang menerima hadiah lain.
- Mencairkan
Kekakuan di Dalam Lift
Lift sering kali jadi ruang publik yang paling canggung dan
kaku bagi sesama orang asing. Uniknya, begitu peneliti membagikan setangkai
bunga kepada orang-orang di dalam lift, atmosfernya langsung berubah hangat.
Mereka jadi lebih murah senyum, berani melakukan kontak mata, dan secara
spontan memulai obrolan ringan yang akrab.
- Menjadi
Terapi Ingatan Bagi Lansia
Manfaat bunga ini ternyata juga menyentuh kelompok lansia
berusia di atas 55 tahun. Menempatkan bunga segar di kamar mereka tidak hanya
memberikan rasa dan efek damai, tapi juga membantu meningkatkan performa episodic
memory (kemampuan mengingat momen atau kejadian tertentu dalam hidup)
sekaligus membuat mereka merasa lebih dihargai.
Hubungan Timbal Balik Antara Manusia dan Bunga
Dari berbagai temuan ini, para ilmuwan mengajukan sebuah
teori evolusi yang cukup cerdas. Sama seperti buah yang berevolusi menjadi
manis agar dagingnya dimakan dan bijinya disebarkan oleh hewan, bunga tampaknya
sengaja berevolusi menjadi cantik dan harum karena mereka mendeteksi kebutuhan
psikologis manusia akan kebahagiaan.
Dengan memicu emosi positif pada kita, bunga mendapatkan
imbalan berupa perawatan, penyiraman, dan pelestarian spesies mereka dari
generasi ke generasi. Bisa dibilang, ini adalah bentuk kerja sama yang saling
menguntungkan antara manusia dan alam.
Investasi Sederhana untuk Kesehatan Mental
Di dunia modern yang bergerak serba cepat dan penuh tekanan
seperti sekarang, merawat kesehatan mental sebenarnya tidak harus selalu rumit
atau mahal. Menghadirkan elemen alam seperti bunga di sekitar kita bisa menjadi
salah satu bentuk self-care atau cara sederhana untuk menyayangi diri
sendiri.
Menaruh pot bunga kecil di sudut kamar, memberikan setangkai
bunga untuk teman yang lagi stres, atau sekadar menikmati bunga yang mekar di
halaman rumah adalah langkah kecil yang sangat berarti. Bunga adalah pengingat
lembut bahwa di tengah rumitnya rutinitas harian, kebahagiaan sejati sering
kali bisa kita temukan lewat hal-hal yang paling bersahaja
Sumber : https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/147470490500300109?

0 komentar:
Posting Komentar